Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2018

Menghadapi Cengkraman Setan dan Menutup Pintu Masuk Setan

Kewajiban untuk Menghindari Cengkeraman Setan terhadap Hati dan Menutup Pintu-Pintu Masuknya Ketahuilah bahwa hati bagaikan bangunan berbentuk kubah yang memiliki beberapa pintu, di mana berbagai orang bisa masuk ke bangunan itu melalui pintu-pintu itu. Hati juga bisa diumpamakan seperti suatu objek yang menjadi target dari anak panah yang datang kepadanya dari segala arah. Pintu-pintu masuk berbagai pengaruh yang datang silih berganti ke dalam hati, adakalanya berupa sesuatu yang konkret, seperti pancaindra; dan kadangkala berupa sesuatu yang abstrak, seperti imajinasi [khayal], nafsu, amarah, dan akhlak-akhlak yang terbentuk dari tabiat dasar seseorang. Pengaruh paling pentingyang masuk ke hati adalah bersit-hati atau bisikan-hati (khawathir), yaitu sesuatu yang mewujud di hati berupa pikiran dan ingatan. Sesuatu yang mewujud di hati tersebut adakalanya berupa pengetahuan terbarui dan adakalanya pengetahuan lama yang terpendam. Dinamakan bersit-hati karena ia tebersit atau te...

Mengatasi Lintasan Buruk/Setan dan Syahwat

Habib Umar bin Salim bin Hafidz - Mengatasi Lintasan Buruk , Setan, dan Syahwat Walaupun manusia merasa  berada dalam kondisi yang lemah atau mendapatkan serangan bertubi - tubi dari lintasan nafsu, setan dan syahwat yang rendah, maka hendaklah ia berhati - hati dari perbuatan menyerah terhadap kondisi yang dialaminya, merasa lemah dalam menghadapinya, atau memiliki pemikiran bahwa lintasan - lintasan itu lebih kuat dari pertolongan dan rahmat Allah. padahal dirinya adalah makhluk yang menjadi tempat rahmat,maka hendaknya ia berpegang dengan sebab- sebab yang dapat mendatangkan rahmat , menghadapkan diri kepada sebab - sebab itu dan bersungguh - sungguh. Sesungguhnya Allah yang Maha Besar jika menguji dan mencoba hambaNya beberapa kali , lalu Dia melihatnya dalam keadaan merendah,memasrakan diri dan bergantung kepadaNya serta kembali dan menghadapkan diri kepadaNya dengan sungguh - sungguh , maka Dia akan mengangkat ujian tersebut darinya lalu Dia akan mengantikan ...

Mengobati Was Was Saat Berdzikir

Mengatasi Was Was saat berdzikir Was was seperti ini atau apapun bentuknya , jika diluar kuasa anda tidak mengapa . yang membahayakan adalah jika anda mematuhinya , rela dengannya, mengikuti, mengakui dan mengamalkannya, maka tebusannya adalah dengan membencinya dan obatnya adalah dengan berpaling darinya dan terus melakukan dzikrullah . tidak hanya sekedar dzikir dengan lisan tapi juga anda hayati makna dzikir tersebut didalam hati. tingkatan pertama khusyu dalam berdzikir adalah memaksakan hati dengan menghadirkan makna dzikir yang diucapkan.kemudian melekat maknanya dan mengakar. hingga lisan seakan bisa mengungkapkan makna yang sudah melekat dalam hati . Dalam keadaan seperti ini anda akan memiliki kekuatan dalam khusyu. Bukan maksud anda berdzikir hanya mengucapkanya dengan lisan, meskipun itu hal baik tapi tujuannya adalah anda berusaha membuka pintu untuk dzikir tersebut supaya menembus kedalam lubuk hati anda.seiring dengan itu anda akan terbebas dari kejahatan was ...

Macam - Macam Lintasan Hati

Macam- macam lintasan hati Lintasan hati yang datang kedalam hati manusia ada 4 macam : 1.Khatir rabbani ilahi yang datang dengan begitu kuat kedalam hati seseorang yang tidak dapat ditolak olehnya sama sekali. 2.Khatir malaki yang datang disertai oleh rasa tuma'ninah dan ketentraman serta menjadi lebih kuat dengan dzikrullah , ia mengajak kepada kebaikan dan melarang dari kejahatan serta membuka pintu - pintu ma'rifah dan memberikan pemahanan terhadap wahyu Allah dan ayat - ayatNya 3.Khatir Syaithani, ia selalu berubah - rubah ,ia menyuruh kepada banyak kejahatan tidak bermaksud untuk menyuruh kejahatan tertenti tapi maksudnya agar seseorang terjerumus kedalam kejahatan apapun. tandanya khatir tersebut menjadi lemah tatkala kita berdzikir kepada Allah dan wajib bagi orang yang diserang oleh hal ini untuk berlindung dengan berdzikir kepada Allah dan membenci lintasan hati tersebut dan menolaknya, khatir semacam ini akan meleleh dengan dzikrullah. 4.Khatir nafsani, ia be...